Cara Setting Satelit Palapa D dengan Mudah

Posted on

Cara Setting Satelit Palapa D

Satelit Palapa D adalah salah satu satelit yang dimiliki Indonesia. Lebih khusus, satelit ini adalah milik perusahaan jaringan internet ternama PT. Indosat Tbk. Diluncurkan pada tanggal 31 Agustus 2009 silam dengan masa operasi hingga Juli 2020. Untuk artikel kali ini, kita akan membahas cara setting Satelit Palapa D untuk dapat melihat chanel TV tertentu yang kita inginkan.Cara Setting Satelit Palapa D

Bagi orang awam, mencari saluran televisi terkadang membuat pusing. Tidak jarang kita lebih memilih untuk mencari orang yang ahli untuk melakukannya. Jangan khawatir, di sini Anda akan dijelaskan secara detail tentang cara mengaturnya. Jadi Anda tidak perlu lagi meminta bantuan orang lan karena Anda bisa melakukannya sendiri. Untuk lebih jelasnya simak ulasan berikut ini.


Cara Setting Satelit Palapa D dengan Mudah

Satelit Palapa D terletak pada titik koordinat 113 BT dengan jangkauan ke seluruh nusantara. Tidak sulit untuk menemukan satelit ini saat tracking saluran untuk televisi Anda. Untuk frekuensinya, satelit ini berada pada 4140 V 30000 dan 3633 H 9921. Informasi ini perlu Anda ketahui jika ingin melakukan pengaturan untuk menemukan satelit Palapa D tersebut.

Jika Anda menggunakan parabola, tracking satelit adalah hal yang perlu Anda lakukan, nantinya berbagai saluran TV yang tersedia bisa Anda nikmati dengan nyaman. Hal yang perlu diingat juga adalah posisi pemasangan parabola. Jika arahnya tidak tepat, proses tracking bisa tidak berhasil dan satelit Palapa D tidak akan terdeteksi pada saat melakukan pencarian.

Jika Anda tidak memiliki parabola, tentu TV Anda tidak bisa menampilkan semua saluran yang didukung satelit Palapa D. Agar lebih jelas dalam proses pengaturan Satelit Palapa D pada TV Anda, simak beberapa cara berikut ini :

Baca Juga :   Cara Memasukkan Kode Remot ke TV Polytron

Cara Menambah Chanel atau Saluran Pada Receiver Parabola :

  • Arahkan remot pada TV Anda dan tekan tombol Menu.
  • Akan muncul tampilan Pengakttifan Saluran. Pilih Buat Saluran kemudian tekan OK.
  • Selanjutnya pilih Satelit (Nama Satelit), kemudian arahkan kursor ke bawah hingga Anda menemukan opsi Tambah TP, lalu klik OK.
  • Masukkan frekuensi, polaritas dan juga symbol rate sampai sinyal kualitas muncul di layar TV Anda.
  • Selanjutnya, arahkan kursor pada pilihan Cari. Pada tahap ini Anda bisa mencari semua saluran pada transponder yang Anda gunakan. Untuk melakukannya, pilih mode pencarian Semua.
  • Jika Anda ingin mendapatkan saluran secara acak, maka pilih opsi pemcarian Bebas.
  • Jika proses pencarian sudah selesai, selanjutnya pilih Exit.

Cara Menambahkan Satelit Palapa D Pada Receiver Parabola

  • Tekan Menu pada remot Anda.
  • Klik kursor yang ada di bagian kanan pada remot Anda. Selanjutnya akan ditampilkan opsi Satelit Pengaturan/Pengaturan Satelit. Lalu pilih Tambah Satelit dan klik OK.
  • Akan muncul tampilan baru, klik OK atau bisa juga klik angka 1.
  • Selanjutnya akan muncul tampilan keyboard untuk mengubah nama Satelit. Ubah nama jika Anda ingin mengubahnya.
  • Kemudian klik lagi tombol Menu pada remot untuk menyimpan pengaturan.

Cukup mudah bukan cara mengaturnya? Anda hanya perlu mengikuti langkah-langkah di atas untuk bisa menemukan saluran TV favorit dari Satelit Palapa D. Dengan cara ini, Anda bisa melakukannya sendiri tanpa butuh orang lain.


Saluran TV yang Ada pada Satelit Palapa D

Ada banyak saluran TV yang bisa Anda nikmati pada satelit Palapa D. Untuk mengetahui apa saja saluran-saluran TV tersebut, simak daftar salurannya d bawah ini :

  1. MNC Media :
    • MNC TV
    • RCTI
    • GTV
    • iNews
  2. Indosat Ooredoo :
    • Sinema Indonesia X
    • Metro TV (SD dan HD)
    • Metro TV Jatim
    • Elshinta TV
    • JakTV
    • Drakor Plus
    • Nusantara TV
    • Sinema Indonesia
    • U-Channel
    • JTV
    • FTV
    • TV P
    • M Cine Channel
    • MTA 3 Al-Arabia (Inggris dan Global)
    • K-Drama
  3. TV One
  4. TVRI Sport
  5. TVRI 3 (Sosial Budaya)
  6. TVRI Sport
  7. NET (SD dan HD)
  8. TV9 Nusantara
  9. Indonesia Network :
    • Jogja TV
    • Aceh TV
    • Sumut TV
    • Sriwijaya TV
    • Bandung TV
    • Semarang TV
    • Surabaya TV
  10. RTV
  11. Kompas TV
  12. Jaya TV Jayapura
  13. TV Timor Leste
  14. TV Edukasi
  15. Al-Bahjah TV
  16. K-Vision :
    • MNC Shop
    • Music Information Channel
  17. BBS TV
  18. Rodja TV
  19. MGI TV
Baca Juga :   AC 1 PK Berapa Watt ?

Satelit Palapa D Telah Habis Masa Operasi

Sehubungan dengan akan berakhirnya masa operasi Satelit Palapa D pada Juli 2020 ini, PT. Indosat telah menyiapkan  satelit penggantinya yang akan diorbitkan pada titik yang sama, yaitu 113 BT. Satelit itu diberi nama Nusantara 2 dan telah diluncurkan di Xichang Satelit Launch Center (XSLC). Akan tetapi terjadi kegagalan dalam proses peluncurannya.

Kegagalan itu terjadi lantaran pesawat pendorong kekurangan tenaga dan akhirnya gagal mengorbitkan satelit pengganti Palapa D tersebut. Meski begitu, Menkominfo Johny G. Plate bersama dengan PT. Indosat, Tbk memastikan bahwa saluran TV yang menggunakan satelit Palapa D tidak akan mengalami gangguan.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir akan kehilangan saluran TV favorit yang sudah menjadi tontonan selama ini. PT. Indosat berkomitmen akan segera meluncurkan satelit penggantinya sesegera mungkin untuk menunjang semua layanan telekomunikasinya. Hal itu sejalan dengan visi yang sudah mereka buat sejak awal berdirinya perusahaan.


Mengenal Receiver Satelit

Jika Anda ingin menikmati saluran TV yang didukung Satelit Palapa D, alat yang perlu Anda miliki adalah receiver satelit/parabola. Ada banyak tipe parabola yang bisa Anda pilih. Mulai dari yang mini hingga yang besar. Masing-masing memiliki keunggulannya tersendiri. Berikut ini adalah tipe-tipe decoder yang bisa Anda pilih :

  1. Decoder C-Band – Receiver parabola yang hanya mampu menangkap frekuensi C-Band saja. Frekuensi di luar C-Band tidak akan bisa diterima oleh receiver jenis ini.
  2. Decoder Ku Band – Sepertihalnya decoder C-Band, decoder jenis ini merupakan receiver parabola yang hanya menangkap satu jenis frekuensi, yatu frekuensi Ku Band.
  3. Decoder Hybrid – Receiver parabola jenis ini palin laris dan banyak diproduksi karena lebih fleksibel. Parabola ini mampu menangkap frekuensi bak dari frekuensi C-Band maupun Ku-Band.
Baca Juga :   Cara Menggunakan AVS Video Editor

Silakan pilih parabola yang Anda inginkan. Jika saluran TV yang Anda inginkan didukung oleh satelit dengan frekuensi C-Band, maka sebaiknya Anda memilih receiver yang mendukungnya saja agar lebih murah. Jika Anda ingin receiver yang lebih fleksibel tentu saja jenis hybrid adalah pilihan yang lebih tepat.

Biasanya, parabola yang besar dititikberatkan pada penggunaan frekuensi C-Band, sementara parabola mini menggunakan frekuensi Ku-Band. Ada beberapa penyedia layanan TV yang menggratiskan salurannya, sementara beberapa yang lain membuat salurannya hanya bisa diakses dengan berlangganan tiap bulannya. Ini menghasilkan parabola dengan 2 tipe, yatu :


  1. Receiver Rekomendasi

Parabola ini dibuat khusus oleh penyedia layanan televisi yang nantinya akan menghadirkan tayangan-tayangan yang hanya bisa diakses setelah berlangganan. Saluran TV tersebut sudah dienkripsi dan tidak bisa diakses secara gratis.


  1. Receiver Non-Rekomendasi

Parabola jenis ini sangat cocok untuk frekuensi C-Band yang memungkinkan Anda untuk mendapatkan saluran secara acak. Tentu saja saluran yang dihadirkan bisa diakses secara gratis. Parabola jenis ini dibuat oleh perusahaan pihak ketiga dan memiliki ketahanan yang lebih baik


Kesimpulan

Cara setting Satelit Palapa D sebenarnya tidak sulit untuk dilakukan. Anda hanya perlu mengikuti langkah-langkah di atas untuk dapat menemukan saluran TV yang diinginkan. Akan berakhirnya satelit Palapa D dan diikuti dengan kegagalan proses pengorbitan satelit penggantinya dipastikan tidak akan memunculkan kendala apapun. Anda masih tetap bisa melihat acara TV favorit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *